“Pokoknya Ane Kudu Korupsi”

Namanya Karmawan Bin Depa, panggilan bekennya Kondor. Pekerjaan tetapnya, Petugas Keamanan RW 05 Komplek Ciledug Indah II, Kelurahan Ciledug, Tangerang. Untuk menambah pendapatannya yang hanya sebesar Rp400 ribu per bulan, ia menyambi menjadi tukang ojek. Penampilannya cukup lumayan untuk menakut-nakuti maling sandal yang kerap menyatroni komplek perumahan kelas menengah ke bawah tersebut. Dengan tatanan rambut gondrong kriwil ala Rhoma Irama, kumis nan jabrik, plus kaus ketat warna hitam betuliskan “pemburu”, lengkap dengan senter dan pentungan kayu, setiap malam Kondor berjaga di Pos Keamanan, ditemani rokok dan sebotol anggur merah.

Ditilik dari profilnya, Kondor mungkin bukan pria pujaan para gadis belia laiknya Ariel, vokalis Peterpan. Namun dua bulan belakangan namanya menjadi topik hangat di seantero Ciledug Indah. “Kondor jadi calon legislatif (Caleg) DPRD kota Tangerang dari Partai Bintang Reformasi (PBR). No urut lima loh,” ujar ibu Hartadi, RT 05/RW 05 first lady, yang dikenal sebagai reporter berita gosip paling handal di lingkungan RW 05. Seminggu setelah rumor tersebut, poster Kondor pun mulai terpampang di pepohonan dan tiang listrik di RW 05. “Pembawa Aspirasi Rakyat Bawah” demikian bunyi slogan yang diusung Kondor.

Dalam percakapan dengan sejumlah pemuda dan kelompok pemain kartu domino banting atau ”gaplek”, Kondor mengungkapkan kisah di balik pencalonannya. Alkisah, seorang pembesar PBR Kotamadya Tangerang kesulitan mencari orang yang mau dijadikan caleg agar memenuhi kuota yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Entah apa yang merasuki pikiran sang pembesar, Kondor lantas ditawari posisi bergengsi itu. “Tugas kamu mengumpulkan suara sebanyaknya di kelurahan Ciledug. Kamu kan ngetop. Ntar kamu bakal punya duit banyak,” papar Kondor menirukan ucapan si pembesar. Tanpa pikir panjang, Kondor mengiyakan tawaran itu.

Untuk mendukung pencalonan Kondor, si pembesar tadi mempertemukan Kondor dengan seorang anggota DPR-RI dari Fraksi Bintang Reformasi di gedung DPR, Senayan, Jakarta. Dari Ciledug ke Senayan bagi Kondor ibarat pergi ke Paris. Maklum, dunia yang dikenalnya hanyalah seputaran Ciledug dan rumah ncang-nya di Serpong. “Seumur-umur baru itu ane maen ke Senayan. Gile..rame banget yak,” kata Kondor bersemangat. Ia kemudian bercerita tentang pengalaman pertamanya naik lift. “Ane pijet2 noh tombolnya, eh die kagak idup. Pas udah jalan pusing aja gitu rasanye. Ane pan belon pernah noh naik itu lift” kata Kondor dengan logat Betawi yang kental.

Belum hilang rasa mualnya, Kondor kemudian bertemu dengan si anggota DPR. Baginya apa yang disampaikan si anggota DPR terhormat itu sangat tidak menarik, kecuali janji bantuan dana kampanye sebesar Rp5 juta. Ia juga lebih tertarik memperhatikan lekuk tubuh sekretaris Anggota DPR itu. ”Bujubune itu cewek montok banget. Mane pahanye putih, roknya pendek banget bang. Napsu deh ane!” tuturnya sambil ngiler.

Setelah bercerita ngalor ngidul soal pengalaman pertamanya berkunjung ke Plasa Senayan dan Senayan City, Kondor kemudian mengungkapkan visinya jika kelak terplih menjadi anggota DPRD Kota Tangerang. ”Pokoknya nih ye. Ane kudu korupsi bang. Duitnya buat kontrakan yang banyak sama beli motor buat bisnis ojek,” seru Kondor bersemangat. Bak sedang berkampanye ia tak lupa membuat janji-janji tak jelas. Persis seperti caleg betulan. ”Pokoknya elo pade bakal gue beliin motor satu-satu. Tiap malem gue traktir Vodka dah,” janji Kondor.

Terus terang saja, saya dan sejumlah orang yang mendengarkan ocehan Kondor tertawa keras bercampur bingung. Bagaimana seseorang dengan kualitas yang mepet seperti dirinya dicalonkan menjadi Anggota DPRD. Tanpa bermaksud melecehkan, saya jadi bertanya-tanya apa mungkin sebuah kebijakan yang baik mampu dihasilkannya?
Namun dibalik keheranan itu, saya mencoba berpikir positif. Ternyata demokrasi di Indonesia sudah sangat maju. Terbukti orang-orang seperti Kondor punya hak untuk dipilih menjadi seorang pemimpin. Sekarang tergantung kewarasan dari publik yang memilih. Mau pilih atau tidak.

(Kisah ini adalah kisah nyata. Kalau tidak percaya silahkan berkunjung ke RW 05 Komplek Ciledug Indah II, Tangerang)