Kisah Si Jomblo Sedih

Tinggi, botak, perut membusung. Gemar memakai baju hitam. Spesialis foto dan segala hal yang berbau kamera.

Kami memanggilnya Pei. Namun ia lebih suka menyebut dirinya jomblo sedih. Mungkin ia ingin agar semua orang tahu jika dirinya adalah seorang laki-laki jomblo, yang tengah bersedih lantaran tak punya pasangan. Atau mungkin juga sebutan itu semacam sinyal panggilan untuk perempuan-perempuan agar segera datang menghapus kesedihannya.

Entahlah apa maksudnya. Hanya Tuhan, dirinya dan rokok Marlboro Black Menthol kesukaannya, yang mengerti.

Ia kerap membuat puisi-puisi cinta yang sendu. Sangat menyayat hingga terlarang dibaca oleh ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui (lho kok). Selain itu, ia tak lelah berulang-ulang menonton film “Jomblo”. Ia bahkan sampai hafal dialog di film yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman itu.

Ia kadang ngomel ke teman-temannya. “Cowok model elo gini nih yang bikin gue jomblo terus. Stok cewek single, elo babatin semua. Kagak puas ya punya pasangan cuma satu,” ujarnya dengan muka sebal, kepada salah seorang temannya.

Dari uraian di atas, mungkin langsung terbersit sosok seorang Rambo berhati Rinto. Muka serem berjiwa inem (nggak nyambung). Namun jangan salah sangka. Sesungguhnya ia adalah laki-laki dengan jiwa terbesar, yang pernah saya temui.

Lewat sebuah percakapan antar dua spesies (kodok dan ayam), saya akhirnya paham mengapa ia selalu menjomblo. Pilihannya menjadi jomblo bukan karena tak mampu mendapatkan pasangan, tapi karena ia sangat mencintai perempuan-perempuan pujaannya.

Baginya, melihat mereka bahagia adalah puncak dari komitmen untuk mencintai dan melindungi. Karena dia sangat mengenal perempuan itu, dengan jiwa besar ia mengakui bahwa dirinya bukan laki-laki terbaik.

“Ndre, untuk membuat bahagia perempuan pujaan, kita tak harus memiliki dia. Menjadi sahabat terbaik baginya, itu lebih indah. Yang penting, elo jagain dia sampai mati. Never let her down!” ujarnya kepada saya beberapa waktu lalu.

Segera saya sadar, alangkah beruntungnya seorang perempuan yang menjadi pujaannya. Dijaga, dilindungi sampai mati, tanpa pamrih. Bukan sekadar cinta eros yang diberikannya, tapi kasih yang agape.

Hai perempuan-perempuan yang cantik. Carilah laki-laki seperti si Jomblo Sedih ini. Look into his heart and you will find the greatest man ever!

Advertisements

One thought on “Kisah Si Jomblo Sedih

  1. Pingback: Tweets that mention Kisah Si Jomblo Sedih « Free Your Mind -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s