Kita..Bahagia..Bersama

Kita…
Adalah kata yang tak pernah terjadi
Ketika aku menggambar titik, kamu meletakkan koma
Ketika aku diam, kamu riang menari

Bahagia…
Adalah asa yang rasanya semu
Apa mungkin rembulan dibahagiakan hembusan bayu?
Terlalu berbeda untuk meramu asa

Bersama…
Adalah mimpi yang takkan jadi nyata
Ketika aku memberi bunga, kamu memilih kata-kata
Ketika aku ajak jadi yang pertama, kamu nikmati jadi yang kedua

Invictus

By William Henley

A poem that inspired Nelson Mandela

Out of the night that covers me,
Black as the Pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.
 
In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed.

Beyond this place of wrath and tears
Looms but the Horror of the shade,
And yet the menace of the years
Finds, and shall find, me unafraid.

It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll,                                 

I am the master of my fate:
I am the captain of my soul.

9 Chairs (The Beginning*)

Kursi-kursi itu tak berubah, tetap di sana
Rapi berjajar diam dengan formasi yang sama
Inginkan sesorang duduk diatasnya
Sunyi dan sederhana namun pisahkan kita
Tak mau menyingkir demi asa kita
Yang kerap berselisih mata

Nafasku tertahan ingin singkirkan mereka
Enyahkan jarak yang pisahkan kita
Lepaskan diam yang bebankan jiwa
Waktuku tak banyak, kau pun juga
Akankah kita terus diam saja?
Nantikan masa lewat begitu saja?

*The Ghost – Robert Harris

2011

‎​Come, Come again!
Whatever you are…
Whether you are disbeliever,
idolater or fireworshipper.
You have broken your vows
of repentance a hundred times
this is not the gate of despair,
this is the gate of hope.
Come, come again…

-Jalal ad-Dien Rumi-